BALI Sebagai Kepala NUSANTARA
Bali sebagai Kepala Nusantara Pendahuluan: Mengapa Bali Harus Dibaca Ulang Selama lebih dari satu abad, Bali dipahami melalui kacamata luar. Ia didefinisikan, dikategorikan, dan ditempatkan dalam peta besar peradaban dunia oleh perspektif kolonial dan akademik modern. Akibatnya, Bali lebih sering diposisikan sebagai “bagian dari” sesuatu yang lain, bukan sebagai pusat yang memiliki daya pancar sendiri. Buku ini memulai langkah berbeda. Tesis dasarnya sederhana namun mendasar: Bali adalah pusat kontinuitas Dharma Nusantara yang masih hidup. Bali bukan sekadar pulau, bukan sekadar entitas budaya, dan bukan sekadar wilayah administratif. Bali adalah simpul kesadaran peradaban. Secara ontologis (Tattwa), pertanyaan yang kita ajukan adalah: apakah hakikat Bali dalam struktur Nusantara? Secara kosmologis, bagaimana posisi Bali dalam mandala peradaban? Secara epistemologis, dengan cara apa Bali harus dipahami—apakah cukup melalui teks, atau melalui laku dan kesadaran batin? D...